Simpel , cowok ya cowok . masala cowok selesein pake cara cowok
bukannya suka berantem , malah nggak suka sebenernya .
Tapi begitu liat TV , liat A nggak terima nuntut si B , si B nggak terima nuntut balik , si C yang harusnya penengah malah nyari duit sogokan . akhirnya si C ketangkep , dan si A dan B tetep nggak terima an
Cewek abis gitu , malah mbulet .
keliatannya mereka waktu SMA nggak di ajarin sama senior , kalo nggak terima itu datengin aja pas pulang sekolah di tempat parkir
Kamis, 11 Oktober 2012
Senin, 08 Oktober 2012
Well , people out there need to know this
Saya suka Indonesia
Saya suka dengan taman , dan indonesia punya banyak
Saya suka dengan sungai , dan indonesia punya lebih dari jepang
Saya suka tarian , dan tarian indonesia sangat banyak
Saya suka pegunungan , dan indonesia penuh dengan gunung
Saya suka pantai , dan indonesia juga penuh dengan pantai bagus
tapi,
Saya tidak suka dengan orangnya
" Waka - San (Hajime kuroichi) , Pemilik 'Nishiki' "
Saya suka dengan taman , dan indonesia punya banyak
Saya suka dengan sungai , dan indonesia punya lebih dari jepang
Saya suka tarian , dan tarian indonesia sangat banyak
Saya suka pegunungan , dan indonesia penuh dengan gunung
Saya suka pantai , dan indonesia juga penuh dengan pantai bagus
tapi,
Saya tidak suka dengan orangnya
" Waka - San (Hajime kuroichi) , Pemilik 'Nishiki' "
Senin, 01 Oktober 2012
Melihat isi
Mata melihat .
menerima bayangan , di visualisasikan di otak
Manusia akan reflek menilai bayangan dari visualisasi di otak dengan otak juga .
Memikirkan ratusan variabel baik dan benarnya , padahal mata hanya menerima "Bayangan" dari apa yang bisa memantulkan cahaya dan diterima oleh kornea
Mata hanya menerima "Bayangan" , hanya menilai dari pantulan , dan pantulan itu maya
Jadi gini , sebenernya apa yang kita lihat selama ini itu Maya , menilai dari mata itu sama aja kayak ambil nasi pake tangan , seberapa enaknya nasi itu bakalan cuma kita yang makan , orang lain mah ogah
Kita di butakan oleh mata
menerima bayangan , di visualisasikan di otak
Manusia akan reflek menilai bayangan dari visualisasi di otak dengan otak juga .
Memikirkan ratusan variabel baik dan benarnya , padahal mata hanya menerima "Bayangan" dari apa yang bisa memantulkan cahaya dan diterima oleh kornea
Mata hanya menerima "Bayangan" , hanya menilai dari pantulan , dan pantulan itu maya
Jadi gini , sebenernya apa yang kita lihat selama ini itu Maya , menilai dari mata itu sama aja kayak ambil nasi pake tangan , seberapa enaknya nasi itu bakalan cuma kita yang makan , orang lain mah ogah
Kita di butakan oleh mata
Susah aja terus
Nah , suatu hari entah dimana dan kapan . teman saya yang paling baik pernah bilang
"Kalo bisa dibuat gampang , kenapa harus dibuat susah ?"
aha , coba deh liat TV yang berita2 , isinya cuma sekumpulan orang sok rumit yang malah memperumit masalah yang sudah rumit . Dan jadinya malah nggak selesai selesai , karena akan banyak lagi masalah baru yang muncul . Tonton an nya aja udah begitu , generasi selanjutnya nya bakal sama deh.
"Kalo bisa dibuat gampang , kenapa harus dibuat susah ?"
aha , coba deh liat TV yang berita2 , isinya cuma sekumpulan orang sok rumit yang malah memperumit masalah yang sudah rumit . Dan jadinya malah nggak selesai selesai , karena akan banyak lagi masalah baru yang muncul . Tonton an nya aja udah begitu , generasi selanjutnya nya bakal sama deh.
Langganan:
Postingan (Atom)